Saturday, December 13, 2014

18!

Hallohallohallooooooooooo!!!

Jadi ceritanya lagi di rumah, terus ngiseng buka blogger.com. DAN YA AMPUN TERNYATA AKU GAK NULIS SELAMA 2 BULAN! ðŸ˜±

*bersihin sarang laba-laba di pojokan*

Dengan post ini juga aku baru sadar ternyata umur blog ini udah 2 tahun. Whoa! :D

Jadi, hari ini, 13 Desember 2014, adalah H+2nya aku umur 18 tahun. Yeaayyy!!

Malem-malem, 10 Desember 2014, cuman ada bertiga di kamar. Aku, Rahmi, dan Nia. Si Dini udah pergi dari sore. Terus, entahlah gimana ceritanya, si Rahmi dan Nia bilang kalau jam setengah 8 mereka mau ada kumpul UKM gitu.

"Yaaa tega bangetsi kalian ninggalin sendiriii", I said.

"Gue sih gak akan lama, palingan juga sampai jam 9."

"Iya gue juga gak lama kayaknya. Orang kan kemarin udah rapat lama banget."

Ya sebagai anak polos sih gue percaya-percaya aja, ya. Tapi terus..

"Ayo, Mi. Pergi sekarang aja, yuk.." Kata Nia.

"Lho, kalian pergi bareng??"

"Iya, kan soalnya kita arahnya sama ke daerah yang fakultas bisnis sana itu."

Oke...

"Eh Mi, tar lo kalau udah kelar kumpulnya kontak gue ya, bareng aja lagi tar pulangnya.."

"Iya", kata Rahmi.

Terus pas mereka mau pergi, HP Rahmi yang baru—kurang lebih setengah jam—di-charge rencananya ditinggalin gitu sama dia.

"Aih, baru 30-sekian persen. Gue tinggalin aja lah."

"Lho, Mi? Katanya tar mau bareng sama Nia pulangnya? Tar gimana janjiannya?", Gue, beneran nanya dan masih mikir emang mereka mau pergi buat UKM-UKMan.

"Oh iya, ya.."

Berangkatlah mereka pergi. Terus aku sendirian gitu deh di asrama. Dan sebenernya pas itu entahlah kenapa tapi rasanya super ngantuk, tapi tetep aja berusaha melek, gak mau tidur sebelum ada yang pulang. Terus malah flashback.

A year ago, I was a girl who have sooooo many plans in her head.
A year ago, in a villa and a dark room, with so many people, I made my birthday wishes and then blew the candles.
A year ago, in every prayer, I never forgot about mentioning my plans and dreams to God.

And then I realized that the year went by, and I wasn't sit in somewhere-that-I-wished-I-was-there, but I was here, at Telkom University's dormitory. Then I wept.

I'm okay. I didn't understand God's purposes, but I'm okay. There might be a hidden message for everything that been through.

I stopped crying, and then I did a room-cleaning. Things are cool. Life's good.

Jam 9.15 PM, Nia nongol sendirian dengan muka yang mencurigakan. Gue udah kelar beres-beres, dan udah naik ke kasur sambil nengger wifi.

"Gak jadi balik bareng Rahmi?"

"Jadi, si Rahmi tadi ke depan dulu. Eh gue mau ke kamar Happy dulu ah."

Gak lama, si Nia dan Rahmi balik lagi dengan aneh gitu deh hahaha. Eh mereka mah emang suka aneh deng btw. *digiles*

Terus sekilas ngeliat Rahmi kayak naro sesuatu gitu, secara cepet, di kasurnya Nia yang deket pintu. Curiga gitu kan guee hahaha. Tapi ya bodo amatlah.

11 PM, udah pada di kamar semuanya, dan gue masih melek. Ndak bisa tidur.

"Nia ngantuuk? Tidur aja duluu." Kata Rahmi.

Gue, mikir, "Emang mau ngapain? Kok tidur aja dulu? Ah, bodo amat deh, Din.. Ndak usah ngarep disurprise-in hahaha"

Jam 11.30 PM, gue ketiduran. Kayaknya sih gitu.

Subuhnya gue bangun. See, nothing happened here.

Tapi pas gue buka mata, kayak ngeliat si Rahmi gitu lagi berdiri di tengah-tengah kamar. Tapi karena baru buka mata tahap pertama, ya mejem lagi deh hahaha. Tapi ya kuping mah ngedenger kaleee.

"Kipasnya nyalain", entahlah siapa yang bisik-bisik.

Terus bunyilah itu kipas yang suaranya kayak motor. Yha, mana bisa tidur lagi lah kalau udah begini...

"Di kamar mandi ada orang, ya?", tanya gue sambil setengah sadar.

"Iya, si Dini."

"Diniiiiiii, aku mau wudhuuuuuu"

"Ih gue mau pup", kata si Nia

"Gue dulu lah, wudhu doang jugak.."

"Gak ah, gue dulu, udah gak tahan banget ini"

Terus si Nia gedor-gedor kamar mandinya gitu deh. Yaudah deh bodo amat, pikir gue. Terus keluarlah si Dini. Dan ngedenger si Nia bisik-bisikan gitu sama Dini. Cuman gatau lah bisikin apaan..

"Bu Din, udah wudhu?", Tanya gue.

"Enggak Din, nanti dulu ah, badan Dini pegel-pegel."

Kaget gue dengernya asli. Ni anak tukang ngingetin sekamar buat sholat, bilang kayak gitu..

"Pegel-pegel kenapa emang?"

"Gak tau ini gak enak badan.."

Terus gak lama si Nia nongol deh dari kamar mandi. Pas gue turun dari kasur, di bawah kasur gue, tempat tidur nia, ada si Rahmi sambil bawa kue yang lilinnya mati satu. X))



GAGAL LO SEMUA BIKIN SURPRISENYA HAHAHA BUT THANKSSS!!!

Itu kan pas hari Kamis, kebetulan ngampus libur hari itu for the sake of 'hari tenang menuju UAS'. Jadi siangnya, kami nonton perdana Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh, dehh.

Di jalan, (remember R? Yes, the one in this post), bilang katanya gak jadi pulang ke Indonesia winter ini. Iya, tadinya dia mau pulang, 14 Desember. Dan gak jadi. Due to some passport issue. First time I heard it, I believe it, that I kept myself quiet because I was too mad. I didn't reply any texts or chats or whatever people said on social media, saying 'Happy Birthday', for some hours. But then I think. Terlalu dadakan dan kok nggak ada yang bilang sih? R lying, I know. So I text R, saying, "This just a joke" and stuff.

"No one told you because I haven't told anybody about this. Chillax. There's still summer."

Still, I don't believe it. So I did my life as it should be. Replying the messages and birthday stuff and whatever..

Tapi tadi malem, kata mama sih emang beneran pulangnya ditunda. I don't wanna know for how long. What.

Malemnya, masih 11 Desember, jam setengah 9 udah tidur. Hehehe. Terus kebangun entah jam berapa, ngeread beberapa chat gitu, tapi nggak dibalesin, dan kemudian tidur lagi.

Bangun jam  3, baru nyadar kan semalem ngeread chat-chat gitu. Terus ada di chat Farah-Nining, video youtube. Demi apapun awalnya emang males buka videonya gara-gara kalau buka, pasti lemot deh HPnya, malesin. Tapi terus kan ada chatnya Nining, "Dibuka yah, capek tau buatnya.." Ya akhirnya sih dibuka tuh video. Dan jengjengjeng. YA AMPUN HAHAHA. Kerjaan nih si Farah dan Nining buat kek ginian ðŸ˜†


THANKSS KALIAN HAHA KAMPRET ITU FOTO LAGI JELEK-JELEKAN BARENG MALAH DICROP JADI MUKA AKU DOANG ðŸ˜†


Sekian deh birthday storynyaa. You know what? I may not really understand about God's purposes. But, I know that I have to feel relief for all of this.  He give me those amazing people around. Many amazing people. There are other people too that I didn't mention their names above. Here, in a new place, I thank Him for whatever things that going on. Couldn't be more happier!

Tadi malam, aku, yang ada di rumah, tiba-tiba ingin ke Sukabirus, lalu terpikir buat ngetweet, "Things that far away is always seems magnificent, isn't it?"
Udah ngetweet gitu terus keinget suatu cerita yang kayaknya aku baca di LKS bahasa Inggris pas SMA atau entahlah dimana pun itu. Here's the story..

A girl lived in a warm, small house. There, she always look outside the window, where a big house stands, and she saw it beautiful that she always wanted to go there. But she was too young, that her parents didn't allowed her to go to anywhere alone. But her curiosity is getting bigger and bigger each day that she escaped from her house and started to wander by herself. As she arrived there, at the big house, she didn't found any big-beautiful-house but it's only a big-ugly-abandoned-house. And from there, she saw a beautiful-small-house. As she walk, approaching that small-beautiful-house, she realized that that house is her home.

Ya kurang lebih gitulah ceritanya.. Terus aku mikir, apa bedanya aku sama the girl in the story? :) I saw that country is stunning as hell, but who knows, right? Idk..Well, this doesn't mean that I don't want to go there anymore. This just meant that I knew that what I have to do right now is just live in today, where I stand right now. Not wondering about what would happen over there, because however, those are only an imagination which sometimes haunt me.

I shouldn't think about future though. Let them be a mystery. Because it really is a mystery. I mean, orang tua yang kena stroke atau kanker atau penyakit jantung hari ini nggak pernah terbayangkan kan pas masa kecilnya atau masa remajanya bahwa dia bakal kena penyakit tersebut? Atau bahkan presiden Indonesia sekarang yang dulunya seorang tukang kayu, apa pernah terpikir di benaknya pas remaja bakal jadi presiden? Atau ya, programmer hari ini, di mana belasan tahun yang lalu mungkin punya cita-cita cliche semacam mau jadi polisi atau dokter atau tentara, gak pernah kan terpikir sebelumnya mau jadi programmer? :)

And that's that, people. I don't know what would happen to me, next 5 years from now, or maybe next year, next month, or even tomorrow.. What I know now is: I'm here as myself right now, and I let God and universe conspire to help me on whatever things that I face in life, and I'll let myself drawn, surrender in His way.

Thanks for reading tho', peeps! See you! ☺


*btw, iya nyadar kok itu tulisan subjeknya ada yang pake aku, gue, dan I. Gak konsisten yehh?? Hahaha. Enjoy the story! *cheers*

Wednesday, October 15, 2014

October 15, 2014

Hah. Selamat pagi.

Post ini mungkin bakalan berisi curhatan atau apapun yang ada di kepala yang pasti 1 hal dan lainnya gak ada hubungannya sama sekali :))

Jadi gini, semalem kan tidur nyenyak banget. Bangun bahagia karena ngerasa fully-rested. Terus semangat mau belajar fisika buat UTS besok.
Terus, beranjak dari kasur. Ke kamar mandi. Selesai. Lapar. Beli makan. Kekenyangan. Malah jadi males. Dan ini lagi ngebangun semangat gitu deh ceritanya. Kangen nulis. :))

Kata hasil tes sidik jari, gue termasuk orang yang rajin dan kalau males tuh berarti ada yang salah sama diri gue. Kalau dijelasin secara scientific, gue lupa gimana penalarannya. Yang pasti, katanya, gue tuh gak boleh diem. Karena sumber energinya dari hal-hal kinetik. Ah elah, ribet amat kayaknya yak. Intinya, gue butuh olahraga for my brain's sake. Terus dari tadi gue jadi olahraga kecil-kecilan gitu deh. Dan sekarang malah ingin renang. Ya ampun. Terakhir renang kapan sih...

Terus gue ingin liburan ke tempat yang penuh oksigen. Sumpek di sini... Hhhh.

_______________________________________________________

Eh geli gak sih sama yang macem the one and only problem that one had is love. Yaelah. Gini ya, layaknya bahagia, galau adalah pilihan :D

Eh ini ngetik dari HP, ingin insert picture gak tau gimana caranya. Haha.
Ada gambar, isinya quote gini:

Everyone should smile.
Life really isn't that serious.
We make it hard.
The sun rises.
The sun sets.

We just tend to complicate the process.

Pasrah aja kalau ada orang yang pilih pergi dari hidup kita. Toh, kalau semua baik-baik aja, kalau orang itu emang nyaman sama cara hidup kita, klop sama kita, ya dia pasti gak akan kemana-mana kok. So, why bother to chase something that not belong to us? Eh, this not only about love lho ya. Berlaku hampir di semua case.

_________________________________________________________

Ya ampun dah, baru aja kenal. Call me having a trust issue, I don't care.
Eh jangan-jangan gue doang lagi yang bingung sama banyak banget maba yang cinlok? :))

_________________________________________________________

You know what, masalah yang Telkom punya tuh yaitu, terlalu banyak lahan kosong yang gak injek-able. Lo bayangin deh, secara denah, gedung LC sama TUCH tuh cuman tinggal lurus gitu. Tapi karena gak ada lahan sebagai jalan yang layak untuk diinjak, kita harus muter lewat poliklinik -> asrama -> parkiran gersang macem gurun -> TUCH. Atau opsi 2: ke luar gerbang Tel-U -> masuk gerbang IM -> lurus terus sampai pengkor, nyampe TUCH. Opsi 3: ke luar LC -> belok menuju danau galau -> lewat FIK -> belok kiri ke TUCH.

Atau dari gedung A dan B mau ke T-mart yang sama aja cuman lurus doang gitu, harus muter juga karena ada lahan kosong yang gak injek-able. Udah ah males juga ngejabarin rute muternya. Haha.

_________________________________________________________

Yap. Akhirnya giliran gue buat pake kamar mandi. Haha, iya. Ini nulis sebenernya sambil ngantri mandi jugak sih :)) gotta go for shower and physich. Bye. Ttyl. C u.

Saturday, September 13, 2014

Sebulan.

Ingin nulis dari kemarin-kemarin, baru kesampaian malem ini. Sibuk bener deh, sumpah.
But, speaking of which, I really. Really. Really. Love this kind of progress.

Kehidupan di SMA sama kuliah tuh bener-bener beda. Entah emang kehidupan SMA dan kuliah yang beda, atau mungkin emang cara hidup gue aja yang beda..

Kalau pas SMA, gue tidur selalu jam 1-3 malem, sekarang udah nggak lagi. Paling lama tuh jadi jam 12. Haha. Awal-awal asrama sih sempet tidur jam 2. Makin sini kebawa sama temen-temen sekamar yang jam 9-10an udah pada tidur. Bukannya apa sih... Horror bok, kalau bangun tengah malem sendirian tuh! HAHA! IYA! Gue parno! Kenapa? Jangan tanya deh ya sebelum gue keluar dari asrama. Hehe. Hehe.

Pas SMA, yang namanya scroll timeline twitter tuh tiap waktu! Akhir-akhir ini, buka twitter kalau inget doang. Atau kalau lagi ingin update aja. Gak begitu banyak nge-scroll. Al hasil? Jadi kudet. Tapiiiiii, I found something that more exciting than to scrolling my phone. It's to live around people. To actually have a conversation with them and actually be there with them.
Gue ngelatih diri, kalau lagi bareng temen, yang namanya HP tuh disakuin. Ditaro. Dicuekin. Eh enggak deng. Gak dicuekin jugak sih. Dicek juga, tapi sesekali. Barangkali ada yang penting :)) Karena, ketawa dan bagi-bagi cerita sama real person itu jauh lebih asyik ketimbang ngoceh di media sosial :D
So guys, if you want to reach me or something, just do it via LINE. Grup jurusan dan kelas pada pake LINE soalnya. Jadi LINE lebih sering dibuka ketimbang twitter, whatsapp, atau apapun lah. Hehe.

Oh ya, dosen! Enggak, gue gak mau lah ngomongin dosen yang kurang cocok. Mungkin bukan kurang cocok. Tapi cuman belum adaptasi sama cara pengajarannya aja. Yang pasti, so far, dosen yang paling favorite tuh ya Dosen Kalkulus I! Dan ini gak ngada-ngada. Beneran deh! :D
Mungkin, sebagian dari maba-miba teknik pada ngenes ketemu si kalkulus ini. Lo tau, pertama kali gue liat SKS selama 8 semester aja, gue takut ngeliat kalkulus sama fisika. Even though basically I love Math since I was in elementary school, but still! Trauma pengajar pas SMA yang bikin gue takut ngehadapinnya.
Tapi Bu Dosen Kalkulus I ini yang bikin beda. Dua jam ada di kelasnya sama sekali nggak berasa. Namanya Bu Endang. Pertama kali masuk udah dapet tugas. Dan tugasnya adalah.......... nulis mimpi! :D Thing that I love the most! :D Si Ibu ini, selain ngajarin caranya bermimpi, dia juga ngajarin untuk bahagia. Untuk mensugesti diri dengan hal-hal positif, dan gue suka banget cara dia ngajar. Perlahan, jelas, bikin ngerti. Walaupun emang mata gue yang mulai lelah karena 2 kelasnya ada di jam rawan ngantuk, entah gimana ceritanya pasti ujung-ujungnya seger dah ini mata :)) Macem si ibu tau, kalau mungkin, banyak anak-anak yang mulai ngantuk. Dia seling pake cerita-cerita. Baru dah matanya seger lagi :D

Oh, belum afdol rasanya kalau belum ngenalin tempat-tempat di Telkom University. Selama sebulan ini, gue demennnnnn banget sama yang namanya nongkrong di Learning Center alias LC! :D Gedung LC ini ada 5 lantai. Gue paling sering nongkrong di lantai 4, di ruang Audio yang adalah bagian dari lantai 3 (perpustakaan). Perpustakaan LC ini emang 2 lantai. Lantai 3-4. Bukunya ada banyak banget sih. Sayangnya, novel-novel luarnya banyaknya yang terjemahan, bukan yang asli. Terus, di ruang audio itu, disediain DVD-DVD buat nonton. Dan, PC+jaringan internet yang untuk standar Indonesia, tergolong kenceng mampus. Udah gitu, di perpustakaan ini disediain kopi dan teh gratis :D

Pertama kali ninggalin rumah buat tinggal di asrama yang bikin gue sedih adalah: Ninggalin jalan Pahlawan dengan kestrategisan lokasinya yang mau ke mana pun gampang. Dan yang paling penting, jajanan di sekitarnya. NAH! Minggu awal-awal di asrama sumpah gue enek banget sama makanannya. Eh terus dikenalin sama Jalan Sukabirus. YA AMPUN BOOOKKKKKK!!!! Jalan Pahlawan aja kalah! Lo tau gak? Dari mulai jajanan Sunda, Betawi, Padang, Medan, Eropa, Jepang, semuaaaa ada di Jalan Sukabirus :D tapi gak usah expect yang masakan Eropa bakalan seaduhai yang aslinya. Namanya juga makanan Eropa kantong mahasiswa.. Ya begitu dehh haha :D Oh ya, ada coffee shop juga di Sukabirus. Ingin nyoba sih dari kapan.. Cuman belum kesampaian aja sampai sekarang.. Ya abis.. bukanya sore ke malem. Bukan jam-jamnya ngeluyur. Pokoknya ya, kalau udah lelah kuliah, kadang langsung pulang ke asrama aja, gitu... Udah gitu diem dah di kamar, makan via delivery :)) Gaya amat yak, delivery? Tapi deliverynya bukan macem junk food gitu, kok. Harga makanan-makanan delivery tuh kisaran 10-15an lah. Mayan lah pokoknya haha

Udah dah, segini dulu ceritanya. Begadang kali ini gue persembahkan untuk fisika tercintah, sebenernya.. :'))