Thursday, October 10, 2013

I'll sleep when I'm dead

So it's still one day left 'til I free from this week and school-off for 4 days. Tomorrow is the last day of exam and I haven't touch any book at all, as always.
I don't get this. I slept for like 2 hours this evening after school. And yet I feel sleepy right now. Well it's not only today, but lately I always feel like tired. Idk man, I just feel like this is wrong. I should stay awake more longer.
So some lines from Lately by Ed and Devlin come across my mind..

Sleep is for the living and not a utensil that I require. I swear, I said, that I'll sleep when I'm dead.

And over the time within this maze, I think you'll find you'll never find that peace of mind you seek to find until your dying.

Have you read a sentence that sounds like, "I love sleep cause it makes me forget about pain, problems, stress, everything for a while."? I bet you've read it. Or even if you haven't read it, you just read it in here a few seconds ago, btw. :p

That statement is just true. I often lose myself whenever I sleep. Like I don't even think about school in the morning as I awake. Then I realized that it was 05.45 already. Yepp, I'm late. But in other time, sometimes I feel like I've been awake and ready for school, but really, it was all only a dream. If I'm not wrong, that kind of situation is called 'false awakening'.

The thing is, whenever I sleep, I forget about the world for a while like seriously do you feel me? Whenever I sleep, I always find a peace of mind. For a while. Like I don't have to think about anything. At all.

Kay, back to the topic.

People said, sleep is like a temporary death...

Days ago, I read my religion book for exam's sake. It was all about the dooms day. It said, there'll be a time when people raised from their death and they'll feel like awakened from their sleep.
And it made me think like,
"So if we die, we'll find our peace of mind for a really long time, not for a while? So if we die, we'll forget about the world for a long time, not for a while? So if we die, we'll feel like fully-rested? So if we die, we'll gonna dream forever and stop facing reality in a place we called world? That's awesome."


Here, I'm not gonna talk about what would happen if we raised from our 'sleep' when the time is come. They said, there'll be an eternal life. The true life. Now I wonder whether we need sleep in heaven or even hell. But like I said, I'm not gonna talk about it, it could be a long story, indeed.


Some people said that they scared of death. I don't get why. I mean, wouldn't it beautiful if we finally find our peace of mind? Well, sometimes, I feel like I want to sleep for like forever caused of my over-tired. But I don't think I'm ready for death right now. So much things I haven't done... Yet, death is fate from God. We don't know where, we don't know when.


Saturday, September 14, 2013

Insomniac's Diary

Nggg... Mulainya gimana, yak..

Okay, here's the thing.

People said I'm an insomniac. Ada yang bilang, "Gak pernah tidur si Dinda mah." -- Meh, gile aja nggak pernah tidur. Bahkan robot sekali pun butuh tidur dengan cara ngecharge batere. Yang nggak pernah tidur tuh cuman Tuhan, bro.. Ha ha.
So here's the question: Insomnia itu apaan, sih?
According to id dot wikipedia dot org, "Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan (untuk tidak) tidur walaupun ada kesempatan untuk itu"
And according to at blogdokter,


In my case, yes, literally I'm an insomniac. Secara sengaja dan gak sengaja. Gimana, ya... Kalau kata blogdokter insomnia itu kurang tidur, berarti aku ini 'gak sengaja' insomnia, dong? Maksudnya gini. Misal aku tidur jam 2 malem dan bangun jam 9 pagi, yang berarti aku dapet tidur yang cukup, berarti aku nggak insomnia dong? Iya kan? Dan kalau aku tidur jam 2 malem terus bangun jam 5 subuh karena harus sekolah, itu namanya 'kepaksa' insomnia, yes? Ya, mungkin.

Kedua. Menurut wikipedia, "... kesulitan berulang untuk tidur..." Kesulitan berulang untuk tidur? Iya, kadang. Itu juga karena udah terbiasa sama siklus tidur. Kemarin aku tidur jam 2 malem. Hari ini, semua kerjaan aku udah beres lebih awal dan aku bisa tidur jam 1 malem. So I lie down on my bed. I close my eyes. And I can't sleep. Otak aku udah ke set buat tidur jam 2 malem. Ujung-ujungnya? Tidur kepaksa. Gak nyenyak. Iya, aku tutup mata. Iya, mungkin yang aku liat itu mimpi. Tapi, aku sadar. Otak aku masih jalan. Aku bisa buka mata kapan aja dan sadar kalau aku lagi mimpi. Such a lucid dream, eh? Sure, maybe. Dan beneran, deh. Kayak gitu tuh lebih cape. It's an in-between situation. Gak tau tidur, gak tau enggak.
"...mempertahankan (untuk tidak) tidur walaupun ada kesempatan untuk itu." Ini yang lumayan sering. Kalau di lyricnya Insomniac's Lullaby by Ed Sheeran, sih..

And I can’t sleep although I think I can
It’s insomnia I think I have
But who cares when I’m not your man?

Ed kena insomnia gara-gara galau gak jadi pacar seseorang. Gue kena insomnia gara-gara nunda tugas yang bejibun. Beda.. agak tebel sih.. Ya terus maksudnya nulis gini apaan? Tau deh hahaha.

Tapi asli deh. Ada kalanya aku kecapean dan jam 10 malem udah ngantuk, tapi gak boleh tidur. Masih ada tugas yang belum dikerjain. Ya akhirnya begadang dan insomnia lagi, lagi, dan lagi. Dan lyric dari Lately by Ed Sheeran and Devlin tuh pas banget buat ngedeskripsiin situasinya:

although my blood shot whites and iris's they never find any
clock stops at times where the sun shine can blind many
although my eyes are heavy, they won't be closing soon
cos i know that time waits for nobody, I suppose it's true

overworking, no sleep is just another way to die slow
but i'll just keep going strong as ever, never let my eyes close

I never sleep when trouble steals thoughts from a restless mind for free

I keep my pupils engaged, like a classroom in holy matrimony but i'm only trying to stay awake.

Dan kalau pagi-pagi datang, alarm nyala, pertanda buat sekolah, line yang pasnya, ya

Jet lagged eyes are begging for an hour to sleep

Muahaha. 

Oke, balik lagi ke masalah insomnia.. Questions for myself;

Jadi, kalau insomnianya kepaksa, kamu benci insomnia dong, Din? 
Emmm... Enggak juga. Ya kalau kata lyricnyanya Homeless by (lagi-lagi) Ed Sheeran, sih:

I haven’t slept for the past week
Two hours ain’t enough for me
I feel inspired, at quarter to three am

Bener banget tuh. Best ideas comes on a late night. Kadang aku lebih bisa mikir kalau malem-malem. Rata-rata orang di rumah tidur jam 11 malem. Bahkan mungkin jam 12. Di sini keadaan dimana TV udah mati. Keadaan sunyi. Tenang. Nyaman dan damai. Cuman ada aku dan musik dengan volume secukupnya dari speaker komputer. Di sini aku bisa fokus. Dan mungkin ketika harus nyari ide, ide-ide tengah malem tuh selalu datang *cling* gitu aja, entah darimana. 
Entah ini cuman perasaan aku atau emang beneran, tapi serius deh. Aku bego banget sama yang namanya kimia. Beberapa minggu yang lalu, aku kerjain kimia tengah malem, baca-baca dari contoh, tanpa guru, dan bisa nyelsain, sekitar 35 dari 40 soal. 
Kalau siang-siang? Terlalu banyak keributan dan gangguan-gangguan lainnya. Katanya, buat fokus tuh, internet harus dimatiin. Setuju deh sama orang yang bilang. Tapi tetep. Yang namanya udah kecanduan internet, data tuh selalu nyala. Dan akhirnya? Ketika gak bisa, aku pilih buat nanya ke orang via whatsapp kek, sms, atau apapun itu yang akhirnya aku minta (mungkin) jawaban dari soal-soalnya. Tapi kalau tengah malem? Duh, mau nanya siapa coba? Orang-orang kan udah pada tidur. Mbak kunti? Gak yakin deh si Mbak Kunkun masih inget gimana cara ngereaksiin larutan atau ngeintegralin suatu fungsi. Ya akhirnya sih, aku ngulik sendiri gimana cara nyelesain soal itu. Dari sinilah aku bener-bener belajar.
Dan karena ini... Ini alesan kenapa aku cinta buat jadi seorang insomnia. I enjoy it and I figuratively addicted for being an insomniac.

Terus, kalau gak benci insomnia, kenapa kadang suka kesel sendiri karena kurang tidur?
Here's the thing. I love staying up on a late night, and I'll regret it on every early morning so that just make me hate some kind of things. I hate morning. I hate alarm. I hate school. I hate everything.
Wake Me Up by (of course, again) Ed Sheeran sounds like, "Maybe I'm just in love when you wake me up." 
That's just bullshit. No one loved for being awakened from a good sleep. But really, I love Ed. (?)
Tiap pagi. Pertanyaan dan pernyataan semacam, "Kenapa sih harus bangun?", "Oh shut up alarm, SNOOZ! I don't want to get up this early." Dan akhirnya telat.

Jadi intinya, aku cinta buat tidur larut malem. Tapi aku benci bangun pagi. 
Apa aku ngantuk di aktivitas siang? Iya, aku ngantuk di sekolah.
Apa aku tidur di kelas? Sering nyoba tidur kalau gak ada guru, tapi gak bisa. Terlalu ribut dan posisi duduk... Hell no.
Jadi? Jadi aku 'bayar' tidurnya pas pulang sekolah. Dan ini malah bikin siklus tidur tambah buruk. Dan aku benerin siklusnya setiap weekend. Kalau di hari biasa, aku 'bayar' tidur pas sore-sore, kalau pas weekend, sore-sore tuh gak aku pake buat tidur, tapi malemnya tidur lebih awal. 
Apa weekend ngebantu ngebenerin siklus? Enggak juga. Karena tetep. Pas hari kerja, pasti ada saat di mana aku harus bangun tengah malem dan ngelembur.

Masalah kamu jadi ngelembur tuh apaan, sih? Tugas kamu sama siswa lainnya pasti sama, dong? Mereka gak begadang kayak kamu, kan? 
Iya, tugas aku sama tugas anak lainnya sama. Yang bedain sih cuman penempatan 'prioritas' aku dan procrastination atau 'penundaan'. Prioritas bagi aku tuh bukan cuman tugas sekolah. Kebiasaan rutinitas juga termasuk prioritas. Contohnya? Main game. He he he. Penundaan. Semua orang pasti ngerti kan apa itu penundaan...

Duh, tapi tau kan resikonya jadi insomnia? 
Oh iya, dong. Semua hal itu punya dampak. Termasuk insomnia. Aku tau resiko-resikonya dari mulai kegemukan sampai sakit jantung.

Okay, udah dulu. But let me clear something. Aku cinta tidur. Aku ingin punya tidur 7 jam setiap hari. Tapi aku cinta begadang. Dan aku bisa ngelakuin begadang + tidur 7 jam itu cuman di weekend. That is why I love weekend that much.  Di workday juga mungkin bisa. Tapi kalau aku pengangguran. Tapi kan aku pelajar. Jadi? Ya jalanin aja~ ☺

Friday, August 16, 2013

Andai Aku Jadi Presiden

Berandai-andai jadi orang sukses? Sudah. Berandai-andai buat keliling dunia? Sering. Berandai-andai semua cita-cita terwujud? Sudah pasti. Berandai-andai jadi presiden? Uhm.. Pernah ngebayangin sih, tapi belum pernah di ungkap secara tulisan. He he he.
Aku.. Cinta akan Tanah Air Indonesia. Tanah dimana aku dilahirkan. Tanah dimana aku tumbuh dan berkembang. Tanah dimana kakiku berpijak setiap saat. Dan jika aku mati nanti, aku ingin jasadku dikuburkan di tanah ini.
Tapi sungguh, berkata cinta saja tidak cukup. Mereka bilang, kita harus membuktikan ucapan dengan gerakan atau tindakan nyata. Tapi untuk saat ini, aku rasa hasrat untuk membangun negeri ke arah yang lebih baik saja sudah cukup untuk generasi muda. Karena dari keinginan itu kita dapat merancang beberapa inovasi dan/ atau gagasan-gagasan yang menuntun negeri ini untuk melangkah maju. Semoga kelak, gagasan-gagasan itu akan menjadi suatu aksi yang nyata.
Iya, aku cinta Indonesia. Tapi aku juga prihatin sama negeri ini. Melihat keadaan sekeliling dalam beberapa aspek sosiologi yang ada, rasanya mengiris hati. Kenapa? Kenapa seperti ini keadaannya? Banyak sekali yang harus dibenah disini. Ya kalau aku presiden, pasti aku langsung benah. Ha ha ha.
Kalau aku jadi presiden, yang paling pertama bakal aku benah tuh sistem pendidikannya. Menyelamatkan benih-benih calon penerus bangsa. Kadang aku nggak paham sama sistem pendidikan disini. Salah siapa? Hanya Tuhan yang tahu, mungkin. Yang pasti, banyak jiwa-jiwa yang meragu akan kemampuannya sendiri.
Kalau aku teliti, ragu akan kemampuan ini datangnya dari rasa takut. Takut akan tidak lulus. Takut dapat nilai jelek. Alhasil murid merasa tertekan dan akhirnya terpaksa melakukan kecurangan pada saat ujian. Ketakutan ini datangnya bukan dari murid saja. Sekolah juga. Tidak sedikit sekolah yang takut nama baiknya tercemar karena ada muridnya yang tidak lulus. Akhirnya beberapa sekolah juga turut ‘membantu’ siswa untuk menjaga nama baiknya.
Dan aku rasa, tokoh utama yang menjadi momok menakutkan disini adalah UN. Walaupun sistem UN yang sekarang sudah membaik karena tingkat kecurangannya sudah sangat kecil, tetap saja, jika aku presiden, aku akan hapus UN. Kayaknya lebih baik kalau seluruh sekolah mengadakan ujian masuk secara masing-masing. Dengan begitu, hasil ujiannya akan lebih terjamin. Karena para sekolah juga pasti ingin mendapatkan murid-murid yang terbaik untuk mereka didik.
Satu lagi di bidang pendidikan. Pelajaran di Indonesia tuh terlalu banyak. Kalau aku jadi presiden, siswa bakal belajar seluruh pelajaran hingga kelas 9 saja. Setelah mereka SMA, mereka harus sudah bisa menentukan cita-cita mereka. Jadi, mereka hanya akan belajar pelajaran yang ada hubungannya sama kegemaran, mimpi, dan cita-cita mereka. Sehingga lebih efektif waktu dan daya kerja.
Yang kedua itu, kehidupan sosialnya. Nggak jarang aku lihat nenek-kakek di jalanan. Dan gak sedikit dari mereka yang secara fisik, kurang sehat (punya penyakit). Pernah aku melihat seorang nenek duduk di pinggir jalan dengan dialaskan oleh karung beras. Mulutnya kaku. Sepertinya dia terkena stroke. Hatiku rasanya sakit. Muncul di benakku pertanyaan-pertanyaan yang tidak seorang pun bisa menjawabnya kecuali orang-orang pinggiran itu. Pertanyaan seperti, “Kemana anak-anak mereka? Kemana saudara-saudara mereka? Di usianya yang sudah renta, bukankah seharusnya mereka merasakan kebahagiaan?” Pikiranku yang lain berkata, “Oh, mungkin mereka hidup hanya sebatang kara.” Kasihan sekali mereka. Jika aku presiden, aku akan membuat suatu panti. Selain orang tua-renta, anak-anak yang berusia dibawah 17 tahun pun akan masuk ke panti itu. Di panti itu, anak-anak akan belajar layaknya anak sekolah lainnya. Biaya pengajar, fasilitas, dan kebutuhan panti lainnya dibiayai oleh pemerintah.
Ketiga. Dalam bidang ekonomi. Uang Indonesia tuh pasti banyak dong, ya? Sayangnya banyak yang menyalahgunakan. Kalau aku jadi presiden, aku bakalan bikin peraturan undang-undang baru. Yang korupsi di hukum mati. Kalau ada pihak hukum yang disuap oleh pelaku korupsi, mereka juga bakal di hukum mati. Keptusan ini mutlak. He he he.
Keempat. Lingkungan. Kenapa sih sungai-sungai negeri di jaman sekarang harus keruh, kotor, dan tercemar? Kalau aku lihat kebelakang, semuanya tampak begitu asri. Airnya jernih, bisa dipakai mandi, mencuci pakaian, dan kegiatan lainnya. Kenapa sih sampah harus berserakan dimana-mana? Kalau aku lihat, mungkin penyebabnya karena konsumsi sampah yang sulit didaur ulang, limbah pabrik, dan kemalasan manusia untuk membuang sampah pada tempatnya.
Kalau aku jadi presiden, aku akan minimalisir penggunaan plastik yang ada di pasaran. Kresek untuk membawa belanjaan diganti dengan sesuatu yang bisa di daur ulang atau konsumen membawa sendiri tas berbelanja mereka. Limbah pabrik diatur sedemikian rupa (mungkin menggunakan teknologi) sehingga tidak mencemari lingkungan. Untuk kemalasan manusia membuang sampah, aku yakin kemalasan ini didukung oleh beberapa faktor. Dan salah satu factor yang pernah aku alami (dan semua orang, pastinya) yaitu sedang tidak berdiri di tempat sampah terdekat. Maka dari itu, jika aku menjadi presiden, aku bakal sebarkan tempat sampah disetiap sudut kota dengan jarak sekitar 3-5 meter per tempat sampah.
Bicara tentang pencemaran lingkungan, pasti berkaitan dengan pencemaran udara, kan? Iya. Gas karbon dimana-mana. Kalau aku jadi presiden, aku ingin bekerja sama dengan suatu perusahaan yang menciptakan kendaraan tanpa bahan bakar solar, bensin, dkk. Suatu kendaraan yang menggunakan listrik, mungkin? Tapi, alangkah lebih baiknya jika anak bangsa yang menciptakan kendaraan-kendaraan itu.
Nah, di poin kelima, ada hubungannya sama poin keempat. Kendaraan. Kemacetan. Seseorang pernah bicara kepadaku, “Kalau macetnya sampai begini, bisa jadi di tahun yang akan datang, macetnya dimulai sejak kendaraan keluar dari parkiran rumah.”
Aku pikir dia ada benarnya. Dari situ, aku berimajinasi. Kalau aku jadi presiden nanti, aku bakal data kendaraan disetiap keluarga. Setiap keluarga akan mempunyai jatah tertentu dalam memiliki kendaraan. Kendaraan roda empat yang ada di jalan minimal diisi oleh tiga orang. Ya, sistem ini memang sudah berlaku. Sistem 3-in-one. Sayangnya tidak diterapkan diseluruh tempat.
Keenam, mungkin ini yang terakhir. Tentang keamanan. Kalau aku presiden, aku mau pasang CCTV diseluruh negeri sehingga setiap aktivitas yang terjadi di negeri ini akan terekam oleh kamera. Bayangkan, jika terjadi perampokan dijalanan, perampok itu bisa dilacak dengan mudah. Mungkin ide ini terdengar gila. Jika di satu kota saja bisa mencapai ribuan CCTV, apalagi di satu Negara. Iya kan?
Ha ha. Hei! Ingat judul tulisan ini? Aku ini sedang berandai-andai. Dan berharap semoga bisa jadi kenyataan di masa depan kelak. Tidak ada yang tidak mungkin rasanya. Jika Tuhan berkehendak dan manusia mau berusaha, semuanya bisa saja terjadi. Iya kan? Iya.


Tertanda, untuk negeri yang lebih maju.

Tulisan ini merupakan keikutsertaan lomba blogger di http://festiksinjai.blogspot.com/2013/06/lomba-blog-desain-and-article-writing.html dan http://bloggersinjai.or.id/