Showing posts with label Motivation. Show all posts
Showing posts with label Motivation. Show all posts

Sunday, December 28, 2014

Like A Broken Vase

Ever read this conversation somewhere,
"Here's a vase. Throw it!"
*throwing the vase*
"Is it broken?"
"Yeah"
"Here's, I got a glue. Now fix it."
.........
"Have you done fixing it?"
"Yes"
"Is it look like how it used to be?"
"No"

We all know that it is, not about a broken vase. Yes. It's all like we make mistake to someone and when we said sorry to them as if we're "fixing the vase", things might be not like how it used to be. Well maybe, if we remain with that person for a longer time, later s/he'll forget about it and things will just alright again.

But sometimes, whenever I did something wrong to someone, and I realize it, and I know that I have to apologize for that—which maybe I did—and yet I know things didn't work like how it used to be before the mistake—I wish to be a stranger again for that one. And the universe will conspires again for us to meet, and then we'll start it again from the very first time like, "Hi, I'm Dinda.", and things will be good and game, and I promise myself for not doing the same mistake again. Ever. 

"You're too honest", one said.

Well, I read that personality-thing which said that I'm that kind of person who speak my mind out and always need mouth-filter. Lol what. Yes, probably being blunt is in my blood. 

I hate being lied to, lying, white lies (even though I think it's kinda of bullshit for that even exist), or whatever things that have relation with lie. That's maybe why I can't stand it. You know, if at some point I have to lie, soon or later I'll revealed the truth. Being honest is good. And simple. And the important thing is, it is what it is. We don't need to make up a story like what the hell, this is reality. Not a fiction story.

This morning I realized that, yes, being honest is good. But being too honest, and speak something what's on your mind can be a bullet for your own self. For not everyone have a same track mind like you, for not everyone can't stand what's on your mind.


Yes. This writing is addressed for myself.



P. S. I'm sorry.

Sunday, July 27, 2014

Surrender. Berserah.

Lama nggak post, ya? :) Hehe.

Entah sih kenapa. Padahal sebenernya ada bahan post yang belum. Tentang album ke-3nya Adhitia Sofyan. Tapi entahlah...

Dibilang sibuk nggak begitu padahal. Cuman minggu-minggu ini doang sibuknya. Sebelum-sebelumnya senggang. Entahlah kenapa, terakhir post itu Juni ya? :))

Well, so much things happened lately. Sebulan terakhir banyak belajar tentang hidup.

(Ceileh, haha)

Tapi serius.

Disadarin sama Tuhan bahwa nggak perlu buru-buru. Bahwa rencana manusia belum disetujui sama Tuhan itu nggak apa-apa. Bahwa yang namanya 'legowo' itu nggak segampang yang diomongin. Tapi alhamdulillah bisa :)

Kata @__azza, "Apa yang semesta kasih, kamu terima."

Dan saya sekarang baik-baik saja, karena seni berserah itu maha hebat! :D

Doa saya setiap hari menjelang pengumuman SBMPTN, "Ya Tuhan, saya pasrah kemanapun jalannya yang Engkau kehendaki." Sampai di titik dimana saya berhenti berdoa, karena Tuhan Maha Tau segala yang ada di hati umat-Nya :)

SBMPTN nggak lolos. Telkom University, awalnya gugur karena masalah administrasi. Salah liat deadline pembayaran. Nggak apa.

Udah cukup lama ada rencana study abroad. Ke Jerman. Dan nggak banyak orang tau. Ini, karena nggak bisa sekolah di manapun di sini, tadinya mau diperjuangin bener-bener. Imagine how excited I was! XD

Tapi, suatu hari, mamah penasaran nyamperin Tel-U. Ditanya dulu sih sebelumnya. "De, kalau misalkan ke Telkom bisa, mau nggak?" "Ya mungkin, kalau jalannya ke situ, ngurusinnya juga bakalan gampang. Tapi, kalau misalkan nanti Mamah diminta puluhan juta, mending gak usah."

Datang ke Telkom, nggak butuh 15 menit, nggak banyak ba-bi-bu, status pelajar saya di sana bisa diselamatin :'))

Nahan nangis. Jerman nggak jadi. Mamah pasti tau, makanya nanya lagi, "De nggak apa-apa telkom?" "Ya yaudah."

Terus nelepon Abang. Ditanyain lagi, "Terus kamunya mau nggak Telkom?" "Ya si mamah kan udah sampai ngusahain, Bang.." Dan mamah lagi sakit waktu itu..
"Jurusan apa?" "Computer science." "Emang pilihan kamu, kan?" "Iya sih, tapi.." "Ya udah ambil aja, kemarin kamu nangis-nangis takut nganggur 1 tahun. Sekarang dikasih telkom. Ini kesempatan ke-2, lho. Jangan disia-sia-in. Udah jangan sedih lagi. " And on and on and on. Long convo.

Di mobil nangis sendiri. Macet. Sambil mikir :)

Surrender.

Berserah.

Apa yang semesta kasih, kamu terima.

Semesta kasih saya Telkom. Harus saya terima.

Cari sisi baiknya. Ketemu :)

Dan saya sekarang baik-baik saja.

You know, in life, it is true that whatever seems bad is not actually that bad (and vice versa). All you have to do is just seek the good side of it. ;)



Those plans are not cancelled, but postponed. I'll be there someday, I promise myself.



Oh iya, selamat hari raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin. Saya bahagia. Semoga kamu juga, ya ^^


Monday, May 26, 2014

Antara Berjelajah, Semesta, dan Tuhan

Aku ingin.. bercerita dan menangkap momen-momen indah di sana. Sisi lain dari bumi.
Bilang ke semua orang bahwa kata-kata, "Semua berawal dari mimpi" itu nyata.. ☺

Kemarin, pas baca Al-Qur'an, ternyata Tuhan nyuruh umat-Nya untuk menjelajahi semesta. Ada juga tentang apa aja yang gak boleh dilakuin sama manusia kalau mau berjelajah. Semoga suatu saat nanti kesampean deh, aamiin.. :D


Dan (ingatlah), ketika kami berfirman: Masuklah kamu ke negeri ini (Baitul Maqdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak dimana kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan katakanlah: "Bebaskan kami dari dosa", niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik". (2:58)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (2:218)

Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mu'min pada beberapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (3:121)

[...] Para malaikat berkata: 'Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?' [...] (4:97)

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (4:100)

Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia [...] (8:47)

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. (9:20)

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? [...] (9:38)

Berangkatlah kamu, baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (9:41)

Maka pergilah kamu di akhir malam dengan membawa keluargamu, dan ikutilah mereka dari belakang dan janganlah seorangpun di antara kamu menoleh ke belakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang di perintahkan kepadamu (15:65)

Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui, (16:41)

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. (17:37)

Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka dibunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezki. (22:58)

Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka; [...] (47:10)

Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu. (71:19-20)


So that's that. And let's travel the world :')

Sunday, May 25, 2014

Al-Qur'an

Iya, jadi kemarin setelah baca Eleanor & Park, aku baca terjemahan Al-Qur'an :D emang rada lama bacanya. Bahasanya berat, Kak :'D Terus kepotong, biasalah bulanan haha. Dan kepotong lain sebagainya. Jadi bacanya nggak tiap hari gituu. Makanya lama selesainya :D
Jadi gini, mikir sendiri aja gitu.. Baca novel tebel-tebel aja sanggup, masa Al-Qur'an, kitab pedoman hidup sendiri aja enggak? ☺ Ya sanggup sih, udah pernah baca arabnya. Nah, tapi mikir lagi, apalah artinya baca arabnya tanpa ngerti kandungan di dalamnya? Iya, dapet pahala. Tapi nggak dapet pelajaran. Ya gak? :D

Nah, kalau biasanya udah baca novel aku nulisin quotes yang ada di novel tersebut, sekarang, Qur'an, aku mau nulisin potongan-potongan ayatnya di sini :D

...

Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (2:10)

Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? (2:28)

Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? (2:77)

Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong. (2:86)

Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakannya) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah". Lalu jadilah ia. (2:117)

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah; (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (2:154)

[...] Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, [...] (2:233) :')

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (3:159)

Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. (4:120)

*) Jadi, tukang PHP itu apa, Kak? Iya. Syaitan, mungkin. :))

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidaklah kamu memahaminya? (6:32)

Sesungguhnya, Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), [...] (6:33) :--)

Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang tersebar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya. (6:123)

*) Dear, 'penjahat negeri' Indonesia...

Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (8:28)

Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. (14:26)

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (17:23)

*) Bacanya langsung sedih. Takut. Berasa dosa. Udah berapa kali disuruh orang tua dan bilang "ah"? Nggak kehitung... :')

Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami-lah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. (17:31)

*) Keinget cerita tante tentang ibu-ibu yang nuntun 2 anaknya ke rel kereta api. Iya, bunuh diri. Katanya karena financial issue alias masalah ekonomi. :-)

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi," (18:23)

*) Don't. Procrastinate. :)

Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga 'Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya, dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah. (18:31)

*) Ngebayangin, dan kayaknya 

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan. (21:35) :--)

Dan tiadalah kehidupan di dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. (29:64)

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. (30:22)

*) Stop racism, people. :')

[...] Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. [...] (32:34) :--)

[...] Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan bodoh, (33:72)

Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui (36:36)

Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. (36:55-57)

Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali. (36:67) :-)

Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan. (36:76) :--)

Maka apakah kita tidak akan mati?, melainkan hanya kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan disiksa (di akhirat ini)? (37:58-59)

(Harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu di hari itu karena kamu telah menganiaya (dirimu sendiri). [...] (43:39)

*) Don't put too much hope.. :')

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo'a: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk menyukuri ni'mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai: berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (46:15)

Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. (47:36)

Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar. (48:10)

*) Keep your promises.. :)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. [...] (49:11)

*) Jangan ngehina orang. Jangan.

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian dari kamu menggunjing sebahagian yang lain. [...] (49:12)

Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam (nya). (51:39)

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun. (51:15-18)

Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang, yang beredar dan terbenam, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing, (81:15-18)

Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu, dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. (93:3-4) :')

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (94:1-5) :')

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. (94:7)

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (103:1-3) :') 

Monday, February 10, 2014

February 10, 2014.

I woke up from a sleep at about 6 PM.

I remember that I slept to a 'question why'.
It wasn't actually 'a', but it's more like 'some' because literally it's not only one question.

So yeah, I remember that I slept to some 'questions why'.

Like..

What's the point of this? The point of going to school and get nothing on my brain or maybe got something but then forget it soon or later? Why should we waste our time on that? 10-frickin'-hours are not really that short time for a day, ya know?
You know, sometimes, I wish I was one of them. Whether it's Ed Sheeran or those bad boys and girls. By Ed, his dad said, "It's okay if you don't go to school if you want to be in art stuff." And by those bad boys or girls, they can always simply come to school whatever they wanted. Or not. Without caring about the absent. It's not like I want to do a wild stuff like smoke or come to a night life or having some 'fun' stuff like that. It just that I want to stop wasting my time in this kind of way. It's sometimes pointless.
I found that to learn something, it's a heart-will. I can never learn something if I feel like I don't want to. And I know that it is a wrong thing, but hey, what can I do?
Well, I just realized that maybe all I need is a month of free days. So that I can manage my time to make things right. To learn things by myself.

... And by that, I woke up from my sleep to an 'I want to disappear or simply just not exist'. To rid the routines. And to stop these burden.

Later on from bed that I slept on, I heard my sister asking to my Mom in the kitchen, "He said that he go to a college while working. Which college?"

Mom didn't answer.

"Mom? Which college?"

Well, my Mom is pretty busy with her activity so I don't think that she'll answer it.

And then, my sister went to the middle room of this house and asked him straightforward like, "Which college that you on?"

Yes, I can still heard her voice from that room. At first, I don't really care about it. Like, whoever it is, it just a dude who bought my Mom's cuisine and I honestly don't care, because it just my sister that curious about things a lot.

But then, I was up from bed and walked to the middle room to take my phone. I saw my sister, still talking with the guy. And I realized that.... he is blind...

Wait a.... he go to a college... while working... and I myself have a complete body that given by God, grumble over things like this?

What kind of world this is?

Thursday, October 17, 2013

Anne Frank: The Diary Of A Young Girl

So I FINALLY finished read this book 3 days before, after I read it since months ago (I think it was since Ramadan month). It's not like I read it like 1 page/day. But it was all because I was too busy to read it --nah, it's bullshit, ha ha-- the true reason was, I think, the way how Anne described the situation was way too specific. And I actually I got bored in the middle of the story so I was quite lazy to read it. But, hey, don't get me wrong! It is still a good book to read, though. I love how tough this girl named Anne Frank was.

So I picked some lines from this book, and as always, I want to share it with you.


The reason for my starting a diary, it is I have no such real friend.

I have my own views, plans, and ideas, though I can't put it into words yet.

This is not the end. It is not even the beginning of the end. But this is, perhaps, the end of the beginning. (Churchill said)

Leave me in peace, let me sleep one night at least without my pillow being wet with tears, my eyes burning, and my head throbbing. Let me get away from it all, preferably away from the world.

After the terrible day yesterday, at last something good again and-- hope. Hope for it to end, hope for peace.

"Go outside, laugh, and take a breath of fresh air," a voice cries within me, but I don't even feel a response any more.

I don't know and I couldn't talk about it to anyone, because then I know I should cry. Crying can bring such relief.

A person can be lonely even if he is loved by many people because he is still not be the "One and Only" to anyone.

Alas, I know it's dull for you, but try to put yourself in my place, and imagine how sick I am of the old cows who keep having to be pulled out of the ditch again.

I made special effort not to look at him too much, because whenever I did, he kept on looking too and then --yes, then-- it gave me a lovely feeling inside, but which I mustn't feel too often.

"Leave me in peace, leave me alone," that's what I'd like to keep crying out all the time.

Don't think I'm in love, because I'm not, but I do have a feeling all the time that something fine can grow up between us, something that gives confidence and friendship.

I didn't want to trust anyone but myself any more.

Go outside, to the fields, enjoy nature and the sunshine, go out and try to recapture happiness in yourself and in God. Think of all the beauty that's still left in and around you and be happy.

I've found that there is always some beauty left --in nature, sunshine, freedom, in yourself; these can all help you. Look at these things, then you find yourself again, and God, and then you regain your balance. And whoever is happy will make others happy too. He who has courage and faith will never perish in misery!

When shall I finally untangle my thoughts, when shall I find my peace and rest within myself again?

We don't tell each other everything, because we are always together.

Let the end come, even if it is hard; then at least we shall know whether we are finally going to win through or go under.

Stupid people usually can't take it if others do better than they do.

I must have something besides a husband and children, something that I can devote myself to!

I can perfectly well remember that there was a time when a deep blue sky, the song of the birds, moonlight and flowers could never have kept me spellbound.

Alas, the sacrifice was all in vain, as the moon gave far too much light and I didn't dare risk opening a window.

You must work and do good, not be lazy and gamble, if you wish to earn happiness. Laziness may appear attractive but work gives satisfaction.









Thursday, October 10, 2013

I'll sleep when I'm dead

So it's still one day left 'til I free from this week and school-off for 4 days. Tomorrow is the last day of exam and I haven't touch any book at all, as always.
I don't get this. I slept for like 2 hours this evening after school. And yet I feel sleepy right now. Well it's not only today, but lately I always feel like tired. Idk man, I just feel like this is wrong. I should stay awake more longer.
So some lines from Lately by Ed and Devlin come across my mind..

Sleep is for the living and not a utensil that I require. I swear, I said, that I'll sleep when I'm dead.

And over the time within this maze, I think you'll find you'll never find that peace of mind you seek to find until your dying.

Have you read a sentence that sounds like, "I love sleep cause it makes me forget about pain, problems, stress, everything for a while."? I bet you've read it. Or even if you haven't read it, you just read it in here a few seconds ago, btw. :p

That statement is just true. I often lose myself whenever I sleep. Like I don't even think about school in the morning as I awake. Then I realized that it was 05.45 already. Yepp, I'm late. But in other time, sometimes I feel like I've been awake and ready for school, but really, it was all only a dream. If I'm not wrong, that kind of situation is called 'false awakening'.

The thing is, whenever I sleep, I forget about the world for a while like seriously do you feel me? Whenever I sleep, I always find a peace of mind. For a while. Like I don't have to think about anything. At all.

Kay, back to the topic.

People said, sleep is like a temporary death...

Days ago, I read my religion book for exam's sake. It was all about the dooms day. It said, there'll be a time when people raised from their death and they'll feel like awakened from their sleep.
And it made me think like,
"So if we die, we'll find our peace of mind for a really long time, not for a while? So if we die, we'll forget about the world for a long time, not for a while? So if we die, we'll feel like fully-rested? So if we die, we'll gonna dream forever and stop facing reality in a place we called world? That's awesome."


Here, I'm not gonna talk about what would happen if we raised from our 'sleep' when the time is come. They said, there'll be an eternal life. The true life. Now I wonder whether we need sleep in heaven or even hell. But like I said, I'm not gonna talk about it, it could be a long story, indeed.


Some people said that they scared of death. I don't get why. I mean, wouldn't it beautiful if we finally find our peace of mind? Well, sometimes, I feel like I want to sleep for like forever caused of my over-tired. But I don't think I'm ready for death right now. So much things I haven't done... Yet, death is fate from God. We don't know where, we don't know when.


Thursday, July 25, 2013

Dear my oldself

Daritadi tuh sibuk milihin old tweets buat dihapusin.. Sambil baca tweet-tweetnya, visual aku tiba-tiba ngebawa ke waktu-waktu itu. Hahaha. Funny.
Ada tweet yang wonder /eh wonder apaan sih bahasa Indonesianya/ ya semacam ingin tau gitu, apa yang bakalan terjadi. Sekarang, pada tanggal dua puluh lima Juli dua ribu tiga belas jam delapan malam, aku udah ngejawabin pertanyaan-pertanyaan itu.

Dear my oldself,
kamu dulu bertanya, kalau kamu gak masuk SMA yang ada di jalan Cihampelas, kamu mau pilih mana. Kamu keras kepala karena kamu cuman mau kesana. Here's the answer. Mom still make you choose a school which located at Yudhawastupramuka 4. Dan pilihan keduanya akhirnya bukan 10. Tapi 16. Dan kamu akhirnya sekolah di 16. Tapi cuman setahun. Dan mutasinya jadi. Tapi bukan ke yang di jalan Cihampelas; ke 14. Kamu harus tau, dulu kamu bisa aja masuk ke yang di jalan Lengkong. Cuman yaudah lah ya. Dan tau gak? Buat aku, sekarang aku gak peduli aku sekolah dimana. Aku belajar bahwa dimanapun aku ada, semua sekolah negeri tuh sama aja. Ada rasa nyesel sebenernya. Aku terlambat sadar, bahwa kayaknya sekolah swasta yang nganut sistem internasional dan sekolah SMK yang udah menjanjikan prospek kedepannya bakalan lebih bermanfaat buat masa depan. Tapi yaudah lah ya.
Kamu bener loh, tentang 'obsesi tinggi' kamu. Cuman dulu, kamu ngeliatnya kurang luas. Sekarang, aku udah belajar, bahwa obsesi tentang mimpi atau apapun tuh gak harus punya satu obsesi yang ketika gagal, aku harus nyari obsesi lain buat ngegantinya. Obsesi itu ternyata bisa di'rakus'in. Kamu boleh punya banyak obsesi. Bahkan bakalan lebih baik kalau kamu punya banyak obsesi. Jadi, ketika satu obsesi gagal, kamu gak perlu sedih dan berusaha keras buat nyari obsesi lain. Kamu punya cadangan. Dan cadangan-cadangan itu tuh semacam 'jalan lain' buat ngecapai tujuan dari obsesi itu sendiri.
Kamu tuh... labil di keinginan, ya. Dulu, pas SD kamu ingin jadi guru/ dosen matematika karena suka matematika. Pas SMP ingin jadi Interior designer. Wartawan. Arsitek. Dan akhirnya sekarang ingin kerja di perusahaan ternama dunia. Plus jadi traveller.
Kamu tau gak, tweet-tweet kamu yang bilang 'males sekolah' setiap tengah hari di pertengahan tahun 2011 tuh pada akhirnya jadi tweet 'kangen sekolah' di pertengahan tahun 2012nya. Bahkan kadang sampai sekarang. Sebenernya bukan sekolahnya; tapi orang-orangnya.
Kamu tau, aku belajar bahwa kalau hidup, aku gak bisa milih siapa aja yang harus stay di kehidupan aku. Ada kalanya orang-orang pergi dari kehidupan aku dan aku gak bisa berbuat apa-apa selain ngerelain mereka. friEND. Friend meant to be end, sometimes. They said, friendship will end when every person stop sharing some stories. And it's kinda of true. Dan kadang, bukan karena keputusan mereka yang memilih untuk pergi. Tapi, aku yang kadang lebih memilih diam dan melihat mereka pergi. Sekaligus melihat orang-orang baru yang datang memperkenalkan diri mereka ke kehidupan aku. Dan siklus ini pasti bergilir secara terus-menerus. But you know what, oldself? Somehow I missed them. For our laughed. Stories. Crazy mind. Carefree. And cheerful.

Dear oldself, mungkin aku emang baru 'beresin' tweet-tweetnya di bulan tujuh tahun dua ribu sebelas. Entah post-an ini bakalan di update apa enggak nantinya. The thing is, everything has changed.

Thursday, June 13, 2013

Paulo Coelho: Seperti Sungai Yang Mengalir, Part 2.

Hoho, lanjutan post yang semalem nih... Ini sengaja dipisah. Dibikin 2 part sengaja. Karena yang ini khusus. Aku mau, semacam 'nafsirin', paragraf-paragraf yang ada di cuplikan-cuplikan buku itu... Maksudnya, cara pandang aku terhadap bacaannya gitu deh, ngerti kan ya? Iya. Iya aja lah biar cepet haha :D

Judul babnya Pedoman Mendaki Gunung. Menurut aku, gunung disini tuh adalah mimpi, cita-cita, dan tujuan kita. Tapi, bisa juga sih gunung ini tuh sebagai kehidupan, mungkin. Tapi aku lebih ngeliatnya ke tujuan hidup. ☺


Pilihlah gunung yang hendak didaki. Pilih tujuan hidup kamu. Kamu ingin jadi apa, sesuatu itu kayak gimana, cita-cita kamu apa, atau apapun itu. Kalau udah milih, jangan dengerin kata orang yang ngasih pernyataan ke kamu, "Kenapa gak pilih blablabla aja, kan lebih keren, lebih oke, dan blablabla..." ataupun mungkin yang bilang, "Udah realistis aja. Pilih blablabla aja. Lebih gampang, terjamin, dan nyata. Daripada angan-angan yang ngambang ketinggian gitu, gak jelas." -- like, oh shut it, people-- Yup. Besikap "Ini hidup saya. Saya mau milih apapun, itu terserah saya." Berasa keras kepala? Hey, orang-orang itu juga punya hidup sendiri yang mungkin masih perlu mereka atur. Tapi inget, pernyataan keras kepala itu juga harus kamu tanggung jawabin. Jadi ya, setinggi apapun tujuan atau angan-angan itu, kamu harus bisa nyebandingin sama usaha dan semangat kamu. Gitu. ☺
Pelajari cara mencapai gunung tersebut. Kamu bisa ngehayal nonstop 24 jam, ngebayangin gimana indahnya untuk hidup di mimpi-mimpi kamu. Gimana rasanya hidup di mimpi-mimpi kamu. Terus kemudian kamu senyum, seolah-olah kamu emang udah ngegapai mimpi itu. Tapi, sesekali kamu ngehela nafas dan bilang, "Ah, nikmat, ya. Tapi gak gampang sih buat ngegapainya." Yap. Kamu sendiri sadar, bahwa buat dapetin mimpi kamu itu gak gampang. Dan pada keadaan yang bener-bener nyatanya, mungkin ada saat dimana kamu dikasih BANYAK BANGET jalan/pilihan buat ngegapai mimpi kamu itu. Dan setiap jalannya itu, pasti punya rintangan-rintangan; kamu gak akan pernah tau rintangannya apaan sebelum kamu nyoba. Tapi gimanapun juga, kalau kamu terus maju, suatu saat kamu bakalan sampai di "permukaan" mimpi kamu itu. Ohiya, di tahap ini, coba, sebelum kamu bener-berner berjuang pergi ke jalan-jalan itu, lakuin observasi, semacam persiapan apa aja yang harus dijadiin 'bekel'. (Istilah observasi ini aku dapet dari seseorang di lembaga tertentu waktu dia lagi presentasi tentang cita-cita)


Belajarlah dari orang yang sudah sampai kesana. Bukan cuman kamu yang punya mimpi itu. Ada orang lain yang juga punya mimpi sama kayak yang kamu impiin. Mungkin di waktu yang gak sama. Dan mereka mungkin udah berhasil ngeraih mimpinya. Cari orang-orang itu. Minta informasi dari mereka. Mereka kemungkinan besar bisa ngebantu kamu. Mereka mungkin bukan orang-orang terkenal. Jadi agak susah buat nemuinnya. Tapi, belajar dari pengalaman itu baik. Selalu bermanfaat.
Bahaya-bahaya, setelah dilihat dari dekat, bisa dikendalikan. Hati-hati. Banyak jebakan di perjalanan menuju mimpi kamu itu. Be wise, hati-hati, cari mana yang aman, dan selamat sampai tujuan.


Lanskapnya berubah-ubah, jadi manfaatkanlah sebaik-baiknya. Ini tuh yang terjadi disepanjang perjalanan ke mimpi kamu itu. Prosesnya. Prosesnya berubah-ubah. Beda-beda. Nikmatin setiap prosesnya. Jangan dibikin keluhan, "Kapan tercapainya, sih? Capek." Jangan.
Hormati tubuh Anda. Semangat sih boleh aja. Tapi kadang, kalau terlalu menggebu, ya gak baik juga.... Hati dan otak kamu nuntut kamu buat ngelakuin sesuatu yang emang berguna banget untuk mencapai mimpi kamu itu. Kamu terus-terusan ngerjain apa yang emang harus dilakuin itu; tanpa istirahat. Kasian tubuh kamu. Lama-lama dia bakalan sakit. Kamu bukan robot. Kamu butuh istirahat. Secukupnya. Jangan kelamaan juga. You're not in a rush nor having an unlimited of time; so keep walking. Istilah yang selalu aku terapin ke hidup aku, lari boleh, tapi kalau udah gak sanggup, ya jalan aja. Kalau jalan juga udah cape, ya merangkak aja. Terus pegel merangkak terus, ya ngesot aja :)) eh tapi serius. Yang penting itu, gak diem di tempat; prosesnya harus tetep maju.


Hormati Jiwa Anda. Obsesi kamu akan mimpi kamu itu mungkin tinggiiiii banget. Tapi, kalau kamu terlalu berobsesi, kamu mungkin bakalan lupa diri dan lupa lingkungan. Keindahan-keindahan yang ada di proses itu gak kerasa sama kamu. Oh, dan, jangan terus-terusan bilang, "Ternyata lebih sulit dari yang kukira." Karena cuman bakal ngelemahin semangat aja. Lagian, kayaknya, tanpa kamu bilang pernyataan itu pun, diri kamu udah tau diawal, bahwa perjalanannya bakalan lebih sulit dari yang kamu bayangin; banyak rintangan yang kamu gak tau. Dan mungkin di proses inilah akhirnya kamu tau, apa aja rintangan-rintangannya. 


Ikrarkan. Kamu akhirnya ngegapai mimpi kamu itu. Rasanya, hati kamu tuh puaaaaasss banget. Kamu bener-bener hidup di mimpi kamu itu. Kamu senyum lagi. Dan bener-bener ngerasain hidup di mimpi kamu. Ini bukan cuman khayalan. Ini nyata. Disini akhirnya kamu bilang ke diri kamu sendiri, bukan orang lain, "Lihat, kamu akhirnya berhasil. Dan ini tuh sangat sangat indah. Kerja yang bagus." Disaat inilah, kamu mungkin perlu milih mimpi yang baru lagi, dan kembali ke step awal. Tapi sebelum ke step awal, nikmatin dulu hasil kerja keras kamu itu. Nikmatin dulu mimpi kamu yang satu itu. Dan jangan lupa.....
Ceritakan kisah Anda. Iya, diceritain ke orang-orang. Ceritain gimana indahnya bisa hidup di mimpi kamu. Gimana rasanya cita-cita kamu kegapai. Jadi motivasi bagi para pemimpi lain yang ngerasa mimpinya ketinggian dan takut buat merjuanginnya. Bilang ke mereka kalau mereka juga pasti bisa. Dan kamu adalah bukti nyatanya. ☺

-----------------------------------------------------------------------------------
I actually got slapped by this post. Aku ingin ceria tentang pendakian yang lagi aku jalanin. Tapi bingung, kalau di 1 post-in disini, bakalan kepanjangan postnya. Kalau di post di beda tempat, bakalan kependekan postannya. Kayaknya emang belum saatnya Ceritakan kisah Anda haha... Eh, dan keinget quote dari post-an kemarin; tetaplah tenang dan jangan banyak cakap. Jadi, ya... Mungkin ada baiknya kalau gak usah di post. Thanks for reading, see ya!