Thursday, June 13, 2013

Paulo Coelho: Seperti Sungai Yang Mengalir, Part 2.

Hoho, lanjutan post yang semalem nih... Ini sengaja dipisah. Dibikin 2 part sengaja. Karena yang ini khusus. Aku mau, semacam 'nafsirin', paragraf-paragraf yang ada di cuplikan-cuplikan buku itu... Maksudnya, cara pandang aku terhadap bacaannya gitu deh, ngerti kan ya? Iya. Iya aja lah biar cepet haha :D

Judul babnya Pedoman Mendaki Gunung. Menurut aku, gunung disini tuh adalah mimpi, cita-cita, dan tujuan kita. Tapi, bisa juga sih gunung ini tuh sebagai kehidupan, mungkin. Tapi aku lebih ngeliatnya ke tujuan hidup. ☺


Pilihlah gunung yang hendak didaki. Pilih tujuan hidup kamu. Kamu ingin jadi apa, sesuatu itu kayak gimana, cita-cita kamu apa, atau apapun itu. Kalau udah milih, jangan dengerin kata orang yang ngasih pernyataan ke kamu, "Kenapa gak pilih blablabla aja, kan lebih keren, lebih oke, dan blablabla..." ataupun mungkin yang bilang, "Udah realistis aja. Pilih blablabla aja. Lebih gampang, terjamin, dan nyata. Daripada angan-angan yang ngambang ketinggian gitu, gak jelas." -- like, oh shut it, people-- Yup. Besikap "Ini hidup saya. Saya mau milih apapun, itu terserah saya." Berasa keras kepala? Hey, orang-orang itu juga punya hidup sendiri yang mungkin masih perlu mereka atur. Tapi inget, pernyataan keras kepala itu juga harus kamu tanggung jawabin. Jadi ya, setinggi apapun tujuan atau angan-angan itu, kamu harus bisa nyebandingin sama usaha dan semangat kamu. Gitu. ☺
Pelajari cara mencapai gunung tersebut. Kamu bisa ngehayal nonstop 24 jam, ngebayangin gimana indahnya untuk hidup di mimpi-mimpi kamu. Gimana rasanya hidup di mimpi-mimpi kamu. Terus kemudian kamu senyum, seolah-olah kamu emang udah ngegapai mimpi itu. Tapi, sesekali kamu ngehela nafas dan bilang, "Ah, nikmat, ya. Tapi gak gampang sih buat ngegapainya." Yap. Kamu sendiri sadar, bahwa buat dapetin mimpi kamu itu gak gampang. Dan pada keadaan yang bener-bener nyatanya, mungkin ada saat dimana kamu dikasih BANYAK BANGET jalan/pilihan buat ngegapai mimpi kamu itu. Dan setiap jalannya itu, pasti punya rintangan-rintangan; kamu gak akan pernah tau rintangannya apaan sebelum kamu nyoba. Tapi gimanapun juga, kalau kamu terus maju, suatu saat kamu bakalan sampai di "permukaan" mimpi kamu itu. Ohiya, di tahap ini, coba, sebelum kamu bener-berner berjuang pergi ke jalan-jalan itu, lakuin observasi, semacam persiapan apa aja yang harus dijadiin 'bekel'. (Istilah observasi ini aku dapet dari seseorang di lembaga tertentu waktu dia lagi presentasi tentang cita-cita)


Belajarlah dari orang yang sudah sampai kesana. Bukan cuman kamu yang punya mimpi itu. Ada orang lain yang juga punya mimpi sama kayak yang kamu impiin. Mungkin di waktu yang gak sama. Dan mereka mungkin udah berhasil ngeraih mimpinya. Cari orang-orang itu. Minta informasi dari mereka. Mereka kemungkinan besar bisa ngebantu kamu. Mereka mungkin bukan orang-orang terkenal. Jadi agak susah buat nemuinnya. Tapi, belajar dari pengalaman itu baik. Selalu bermanfaat.
Bahaya-bahaya, setelah dilihat dari dekat, bisa dikendalikan. Hati-hati. Banyak jebakan di perjalanan menuju mimpi kamu itu. Be wise, hati-hati, cari mana yang aman, dan selamat sampai tujuan.


Lanskapnya berubah-ubah, jadi manfaatkanlah sebaik-baiknya. Ini tuh yang terjadi disepanjang perjalanan ke mimpi kamu itu. Prosesnya. Prosesnya berubah-ubah. Beda-beda. Nikmatin setiap prosesnya. Jangan dibikin keluhan, "Kapan tercapainya, sih? Capek." Jangan.
Hormati tubuh Anda. Semangat sih boleh aja. Tapi kadang, kalau terlalu menggebu, ya gak baik juga.... Hati dan otak kamu nuntut kamu buat ngelakuin sesuatu yang emang berguna banget untuk mencapai mimpi kamu itu. Kamu terus-terusan ngerjain apa yang emang harus dilakuin itu; tanpa istirahat. Kasian tubuh kamu. Lama-lama dia bakalan sakit. Kamu bukan robot. Kamu butuh istirahat. Secukupnya. Jangan kelamaan juga. You're not in a rush nor having an unlimited of time; so keep walking. Istilah yang selalu aku terapin ke hidup aku, lari boleh, tapi kalau udah gak sanggup, ya jalan aja. Kalau jalan juga udah cape, ya merangkak aja. Terus pegel merangkak terus, ya ngesot aja :)) eh tapi serius. Yang penting itu, gak diem di tempat; prosesnya harus tetep maju.


Hormati Jiwa Anda. Obsesi kamu akan mimpi kamu itu mungkin tinggiiiii banget. Tapi, kalau kamu terlalu berobsesi, kamu mungkin bakalan lupa diri dan lupa lingkungan. Keindahan-keindahan yang ada di proses itu gak kerasa sama kamu. Oh, dan, jangan terus-terusan bilang, "Ternyata lebih sulit dari yang kukira." Karena cuman bakal ngelemahin semangat aja. Lagian, kayaknya, tanpa kamu bilang pernyataan itu pun, diri kamu udah tau diawal, bahwa perjalanannya bakalan lebih sulit dari yang kamu bayangin; banyak rintangan yang kamu gak tau. Dan mungkin di proses inilah akhirnya kamu tau, apa aja rintangan-rintangannya. 


Ikrarkan. Kamu akhirnya ngegapai mimpi kamu itu. Rasanya, hati kamu tuh puaaaaasss banget. Kamu bener-bener hidup di mimpi kamu itu. Kamu senyum lagi. Dan bener-bener ngerasain hidup di mimpi kamu. Ini bukan cuman khayalan. Ini nyata. Disini akhirnya kamu bilang ke diri kamu sendiri, bukan orang lain, "Lihat, kamu akhirnya berhasil. Dan ini tuh sangat sangat indah. Kerja yang bagus." Disaat inilah, kamu mungkin perlu milih mimpi yang baru lagi, dan kembali ke step awal. Tapi sebelum ke step awal, nikmatin dulu hasil kerja keras kamu itu. Nikmatin dulu mimpi kamu yang satu itu. Dan jangan lupa.....
Ceritakan kisah Anda. Iya, diceritain ke orang-orang. Ceritain gimana indahnya bisa hidup di mimpi kamu. Gimana rasanya cita-cita kamu kegapai. Jadi motivasi bagi para pemimpi lain yang ngerasa mimpinya ketinggian dan takut buat merjuanginnya. Bilang ke mereka kalau mereka juga pasti bisa. Dan kamu adalah bukti nyatanya. ☺

-----------------------------------------------------------------------------------
I actually got slapped by this post. Aku ingin ceria tentang pendakian yang lagi aku jalanin. Tapi bingung, kalau di 1 post-in disini, bakalan kepanjangan postnya. Kalau di post di beda tempat, bakalan kependekan postannya. Kayaknya emang belum saatnya Ceritakan kisah Anda haha... Eh, dan keinget quote dari post-an kemarin; tetaplah tenang dan jangan banyak cakap. Jadi, ya... Mungkin ada baiknya kalau gak usah di post. Thanks for reading, see ya!

Wednesday, June 12, 2013

Paulo Coelho: Seperti Sungai Yang Mengalir, Part 1.

Hallo....
Kemarin, sebelum UKK, aku pinjem novelnya si Dile nih. Karya Paulo Coelho. Judulnya Seperti Sungai Yang Mengalir. Dan demi apapun, ini buku keren banget. Terus aku save beberapa quotesnya, dan aku mau bagi disini... 

"Sebab seorang ksatria cahaya tahu bahwa dia punya macam-macam kewajiban dan tanggung jawab."

"Ksatria cahaya tak perlu mencemaskan apa-apa lagi setelah menuntaskan tugasnya dan mewujudkan niat-niatnya ke dalam gerakan; apa yang mesti dilakukan, telah dilakukannya."

"Kau harus belajar menanggung beberapa penderitaan dan kesedihan, sebab penderitaan dan kesedihan akan menjadikanmu orang yang lebih baik."

Dikutip dari puisi Robert Frost: "Dua jalan bercabang di dalam hutan, dan aku... Kupilih jalan yang jarang di tempuh. Dan perbedaannya besar sungguh."

"Para pelajar yang menyiksa diri dengan pelajaran-pelajaran mereka, ujian-ujian, dan ulangan-ulangan."

"Kadang-kadang, orang sudah begitu terbiasa dengan apa yang mereka lihat di film-film, sehingga mereka lupa kisah yang sesungguhnya."

Tentang cerita seorang anak pelayan kerajaan: "Aku tidak menderita dan aku juga tidak kehilangan akal sehatku. Aku tahu aku tidak akan terpilih, tetapi ini satu-satunya kesempatanku untuk, setidaknya, berada di dekat sang pangeran, walau hanya beberapa saat saja, dan ini sudah cukup untuk membuatku bahagia, meskipun aku tahu nasibku tidak akan seberuntung itu."

"Cerita itu mengajarkan tentang pentingnya menggunakan setiap kesempatan yang di berikan kepada kita, sebab kalau tidak digunakan, kesempatan itu akan hilang untuk selama-lamanya."

"Berjuanglah untuk apa yang kita yakini, tanpa berusaha membuktikan apa pun kepada siapa pun; tetaplah tenang dan tidak banyak cakap, sebagaimana orang yang telah memiliki keberanian untuk menentukan takdirnya sendiri."

"Sebab kita berjuang untuk mimpi-mimpi kita. Saat teman-teman kita telah hilang harapan, damai Pertempuran yang Baik membantu kita untuk terus berjuang."

"Karena manusia takkan bisa dihancurkan, maka dia senantiasa berjaya (bahkan dalam kekalahan-kekalahannya), dan itulah sebabnya dia tidak perlu bersedih."

"Usahlah memikirkan apa kata orang. Menangislah kalau perlu. Menumpahkan air mata itu baik."

"Kita begitu cemas memikirkan masa depan, sampai-sampai kita mengabaikan masa kini, sehingga kita tidak benar-benar hidup di masa kini maupun di masa depan."

"Kita hidup seolah-olah kematian tidak berkuasa atas diri kita, dan kita mati seolah-olah kita tidak pernah menjalani hidup."

"Kenapa aku mau saja percaya bahwa semuanya telah berubah, hanya karena kejadiannya tidak seperti yang diharapkan?

"Hidup saya sangat sepi, seperti yang dialami hampir semua orang yang sudah tua."

"Kadang-kadang, bila kesepian telah menrenggutkan semua keindahan, satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan tetap membuka diri."

Dan sisanya, susah buat di quote. Semua kalimatnya bermakna... Saling berhubungan, dan berasa sayang kalau cuman diambil 1-2 line. Jadi... ini... ada 2 bab.

1
2
3
4
5
6
7
I don't own these quotes. I just... want to share it. To people. Just so people know.

Wednesday, May 1, 2013

Once Upon A Time in Bali

Uh-oh. Nge blog juga akhirnye. Ingin share dari kemarin-kemarin tapi modemnya abis. Yowes pake hp dulu. Muehehehe. #lahkokcurhat. Sesuai judul, jadi sekarang liat jadwal tripnya dulu. *brb ambil jadwal*

.
.
.
.
.
.
.

Yepp.

Day 1: Kereta.

Jadi, hari pertama itu mulai pemberangkatan. Kumpul di Stasiun Bandung dan kereta berangkat jam 5 sore. Semaleman di kereta rasanya......... cape telinga. Duduk di bangku belakang, deket pintu pembatas antara gerbong 1 sama gerbong lainnya, banyak orang lewat, suara kereta gejesgejesnya kedengeran banget, dan entah kapan itu orang-orang mau pada tidur. *sight* yang pasti di kereta tuh tidur gak bener pake banget. Kalau waktu tidur dikumpulin, mungkin gak bakalan nyampe 2 jam. Dan ACnya tuh dingin kebangetan. Skip deh, langsung nyampe di kalau gak salah Mojokerto pas subuh.

Day 2: Kalau gak salah Mojokerto

Subuh-subuh nyampe langsung jalan ke bis, dan itu tuh gerimis, jadi agak kehujanan gitu deh, cyiiin. Masuk ke bis, tepatnya bis 3, ACnya teuteup dingin. Caw deh bisnya. Sekitar jam 7an gitu, rombongan berhenti di pom bensin. Ternyata lagi ngantri solar, katanya ini juga deng. Terus dikasih (ceritanya) sarapan. Roti sama aqua gelas. Dan pas itu tuh gak niat makan banget. Pfft. Masuk angin deh kayaknya. Pas udah dapet bahan bakarnya, bisnya lanjutin perjalanan ke RM Bromo Asri. Nyampe tuh pas jam makan siang. Dan gak ketahan, akhirnya gue puked di WCnya. Muehehehe. Ampun. Terus makan deh di Bromo Asri dan ayamnya kayaknya keras, jadi gak dimakan deh.. perlu banget Din yg ginian di ceritain juga?  Bodo amat ah, blog siapa juga. Terus lanjut lagi perjalanan ke Banyuwangi. Beuh ini Bali kapan nyampenya, yak? -_- Dan sepanjang perjalanan, gue puked lagi 2x. That's the worst thing about puked for myself. Once puked, it's so hard for me to stop it, unless I didn't eat anything. At all. Udah skip ah, kemudian nyampe di Rumah Makan.... lupa lagi namanya. Seselesainya, langsung pergi ke pelabuhan yang gak terlalu jauh dari rumah makan tadi. Nyebrang deh sekitar Maghrib. Nyampe Bali. Akhirnya. Dari pelabuhan langsung ke rumah makan. Lagi. Buat makan malem ceritanya. Terus pas udah makan dikasih antimo deh sama Hasna. Terus udah semuanya selesai, kita ke bis lagi buat lanjutin perjalanan ke hotel. Sepanjang perjalanan, aku sih tidur, pules, gak sadar diri banget pokoknya. :)) Terus bangun pas ngerasa bisnya berhenti. Ternyata macet. Ada truk keguling gitu lagi di evakuasi. Selesai ngelewatin kemacetan, aku tidur pules lagi deh. Manjur banget dah emang tuh antimo :)) Pas bangun tau-tau nyampe di depan hotel. Itu tuh tengah malem, bro. Ngaretretret. Masuk ke hotel, kita semua dikumpulin di aulanya hotel gitu. Terus dikasih omongan blablabla yang most of it gak gue denger >:) Masuk ke kamar hotel, ngantri kamar mandi, mandi, terus bobi. Di kasur. Akhirnya... :">

Day 3: Harinya ngabisin duit

Mulai study trip nih. Cuman gak sesuai jadwal. Jadwalnya di rombak. Jadi, pertama-tama, kita ke oleh-oleh khas Bali gitu. Kata si Bli-nya sih itu tuh pusatnya oleh-oleh. Tapi harganya relatif mahal disana. Aku sih beli gelang doang jadinya. Padahal itu oleh-oleh tempat makanan. Yaudah sih. Dari situ langsung ke pengrajin bed cover. Dan di tokoknya itu, diskon 50% all item. Entah emang beneran, entah itu harganya udah di up dulu :))) Bali tuh panas banget, broh. Untung di luar ada yang jual Es Sarang Burung. Laku deh si Mang Bli dan Bibi Mbok penjual Es. Awkay, perjalanan lanjut ke Pantai Sanur. Disana tuh gak ada apa-apa. Cuman ada pantai, batu, pasir pantai, garing pokoknya. Cuman ya kita foto-fotoan deh disana. First Pantai, bro. Kan harus diabadikan di setiap momen :)) Oke, foto-foto pantai sanurnya selesai, terus isoma di RM Dewata kata jadwal mah namanya teh. Disana tuh RMnya ada tokonya juga. Shopping deui wae... Ngabisin duit kan bener kata judul juga. Selesai dari situ, lanjut ke Monumen PRB. Itu tuh yang ada tangga muter gitu kalau gak salah mah. Cuman cape ah pegel, jadi aku mah gak ke atas, diem aja dibawah foto-foto sama si Maiz sama Fikri :))
------------------------------
Ih bentar, ai Ubud kelewat -____- lupa itu susunannya dimana. Lagian di Ubud mah ya, cuman ngelewat doang, kita ada di dalem bus gitu terus di terangin sama tour guidenya, Bli Komang. Skip aja deh, ya. Lanjut cerita. :))
------------------------------
Dari PRB, kita lanjut ke Krisna Mall. Ngabisin duit lagi. Terus makan malam di RM Grafika yang masih 1 tempat juga sama Krisna. Selesai semuanya, langsung balik ke hotel. Di hotel nyampe sekitar jam 9an. Mandi, urusan pribadi lainnya, terus IPA 2 ngumpul gitu deh di kamarnya si Dile Hasna dan entah 2 orang lagi siapa, lupa, ampun. :)) Balik kamar masing-masing jam 1-an pokoknya mah. Bobo deh~

Day 4

Sesuai jadwal sekarang mah. Pertama-tama ke Tanjung Benoa. Tempatnya rekreasi. Aku sih cuman ke Pulau Penyu doang. Buat kesana tuh bayar 50rb. Disana ada penyu, burung apaan dah lupa. Ada 2 burungnya, terus katanya ada ular. Gak ngapangapain sih cuman foto-foto doang :)) tapi di boatnya asik. Bener-bener kerasa lautnya tuh :D Makan siang di tanjung benoa. Due to the freakin pms, I didn't even want to take the lunch at all. Freakin cramp. Dari Sanur, kita langsung ke GWK. Disana tuh ada patung G. Wisnu Kencana yang gedeeeeeeee banget. Itu patung katanya belum selesai. Kalau udah jadi, tar seluruh anggota badannya katanya utuh, lagi naik burung garuda gitu dan bakal jadi patung terbesar di dunia. Kata Bli nya loh, katanya. Disana nuansanya berasa Yunani gitu deh. Terus disana, pastinya, foto-foto lagi :)) Selesai GWK, kita langsung ke Kuta. Bis parkir di Mr. Kuta, tetus kita ke Kutanya pake shuttle. Gaya banget namanya shuttle. Padahal mah cara nyetirnya kayak elf. Mobilnya mobil tua gitu lagian. Mentang-mentang di Bali, dinamainnya shuttle biar keren meureun, ya :)) Di Kuta pas banget pas sunset pas nyampe. Dapet deh jepretan sunsetnya :') Terus di Kuta foto-foto gak terlalu lama. Kita langsung ke shuttle lagi terus ke Jogger. Jogger tuh penuh banget. IMO, harga kaosnya relatif mahal sih untuk sekedar kaos doang mah. Ya cuman itu dia, Jogger tuh Bali banget, punya nama gitu ceritanya mah. Kata si Bli Komang mah, "Gak afdol kalau ke Bali gak bawa Jogger". Ya bebas sih, si gue mah gak beli da. Terus. Gak afdol, gitu? Menurut ngana?! :)) Udah dari Jogger, balik lagi ke Mr. Kuta pake shuttle, lagi. Disana kita makan malam gitu. Terus ada acara panggung gitu deh. Malam perpisahan, katanya. Udah dari sana balik ke hotel lagi, nyampe jam 10 malam. Malemnya packing. Beres-beres oleh-oleh, pakaian kotor, pisahin baju bersih, beresin koper, tas bawaan, jinjingan, se-mu-a-nya. Selesai beres-beres, bukannya tidur, malah ngobrol dulu sama Au sama Succy. Diajak si Pipit ngumpul lagi sih di kamar si Lulu, tapi da nonton Bukan Dunia Lain, emoh ah, jadi stay di kamar ngobrol ber-3 sampai jam setengah 2. Succy Au duluan tidur, aku ndak bisa tidur, takut gara-gara cerita yang "aneh-aneh". ( ._.) Mana malam Jum'at, ceritain yang kek gitu, terus dengerin berita tentang pembunuhan gitu.. ampun.. pindahin channel TV ke V channel aja. Channelnya musik gitu. Ketiduran deh jam 2an :))

Day 5: Last day on Baliii

Jadwalnya di rombak lagi pemirsaaaa. Jadi kita ke Bedugul dulu. Bedugul tuh yaaa, paling adem selama di Bali. Suka pokoknya! Emang kata Bli-nya, ini tuh semacam Lembang lagi. Jadi Bedugul itu suatu Danau yang di sekelilingnya tuh gunung-gunung gitu. Kebayang kan ademnya? :> Ya emang gak terlalu gimana sih, rekreasinya juga cuman ada boat yang ngelilingin danau gitu sama boat bebek gitu deh.. tapi ademnya itu loh, nyessss ^ ^ banyak angin. Adem ayem. Damai. :)) Disana, gak lupa, kita foto-foto :)) Di Bedugul lumayan lama, sekalian makan siang yang gak terlalu jauh juga dari Danau. Kita terus ke Tanah Lot. Nyampe sorean gitu deh antara jam 3-4an gitu. Panas banget gileeee. Pokoknya di Tanah Lot tuh banyak yang suci-suci gitu menurut kepercayaan sana. Ada air suci lah, ular suci lah, apapun deh. Kesananya sih laut gitu, terus bagian atasnya semacam kios-kios oleh-oleh gitu banyak, yang kalau beli, nawarnya harus berani gila-gilaan, gak keliatan mau banget beli barang itu. :)) Dari Tanah Lot, Udah deh selesai, balik pulang. Kita menuju pelabuhan, tapi sebelumnya makan dulu di RM Madina. Nyampe RM Madina tuh agak maleman gitu. Aku udah agak enek lagi itu tuh. Terus makan antimo lagi deh. Dijalan bobo lagi deh. Nyampe pelabuhan tengah malem. Di Ferry juga tidur-bangun-tidur-bangun :)) Udah nyebrang, langsung ke bis lagi, lanjutin tidur deh sampai hari besoknya :))

Day 6: Perjalanan panjaaaaaaang

Jadi kita tuh ngaret nih, pemirsa. Kita jadinya makan pagi di Bromo Asri lagi. Itu subuh sih,  makanya tempat makan paginya di pindahin. Asalnya mau di RM. Putra Jatim, jadinya di Bromo Asri. Biar gak telat sarapan lagi kayak pas pergi, mungkin. Di Bromo Asri juga tempatnya mandi. Udah mandi, kita sarapan pagi, dan gak lupa antimo. Ampun dah ini promosi atau apaan, gak paham =)) ya, jadi, efek antimo, sepanjang jalan sih tidur, gitu. Bangun-bangun siang, waktunya makan siang di RM apa gitu, gak ada di jadwal, dan masih di Jawa Timur. Udah gak enek sih, terus efek ngantuknya masih ada, jadi selesai makan, lanjutin perjalanan, ya bobo lagi, gitu, tau-tau sore-sore kebangun... Starving (T_T) kehabisan stock makanan :(( nyampe di Jogja malem-malem sekitar Isya. Pertama, kita ke Bakpia 25 dulu. Disini ada suatu kejadian yang ndak bisa diceritakan di blog :"> Panas tjoy, penuh sama manusia. Beli bakpia doang juga kayak udah lari ngelilingin lapangan gasibu #elebay terus lanjut ke malioboro, jam 9an nyampe, gak nemu parkir, terus busnya parkir di tempat yg agak jauh sama Malioboro. Dari situ kita dibagiin kupon buat makan di McD. Kirain deket, jadinya banyak yang jalan, termasuk akuh.. Taunya... ada mungkin setengah jam buat jalan doang -__- makan di McD, selesai jam setengah 11an, tadinya sih ingin ke Malioboro dulu buat beli gelang jogja. Tapi cape beud, gak ada niatan buat jalan lagi >,< dari McD langsung deh balik ke Bus pake becak motor sama si Fikri dan Maiz. Pertama kalinya pake beca motor nih coymen, ngakak sepanjang jalan, sampai difoto juga dong biar gawl =)) Udah deh, di McD tadi gak lupa juga makan antimo, lagi. Eh Bayar hayoh antimo, udah di promosiin tah! =)) terus tidur deh sampe besoknya :">

Day 7: So this is the end

Jam 1 malem entah jam 2 malem di jalan menuju Bandung tuh sebenernya kita berhenti dulu. Gue kira udah nyampe Tasik. Eh taunya... Bannya bis 3 bocor. Yowes, diganti deh bannya, terus lanjutin perjalanan. Bobo lagi. Jam 4, berhenti lagi, di pom bensin. Taunya, bannya bocor lagi. Huh. -__- sekitar 30-60 menitan deh kayaknya diem di pom bensin, soalnya ada yg sempet ke kamar mandi gosok gigi cuci muka dan beli pop mie dulu gitu deh. Aku mah sih masih ada efek obat *huek* jadi keep bobo dan... ya tidur weh, gitu... Sekitar jam 6 pagi, kita berhenti lagi, di Ciamis. Bannya bochor bochor lageeeeeeh (w 'A')w disini mah bener2 ngebenerinnya teh kayaknya. Sampai-sampai jam 8 baru selesai. Dari sini sih langsung aja ke Bandung nih, gak pake berhenti-berhentian dulu. Nyampai di sekolah jam 12. Enaknya bis 1, mereka duluan, gak nungguin -__- jadi mereka nyampe jam 10 katanya. *timpuk bis 1*. Nyampe deh di sekolah. Dijemput si papah. Nyampe rumah. Langsung beresin diri.

Tamat.